Perbedaan Status Gizi, PHBS, Gejala Skabies dan Suspek TBC pada Santri Pesantren Tradisional dan Pesantren Modern di Jawa Timur

  • Dwi Handayani Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Kuuni Ulfah Naila El Muna Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Mursyidul Ibad Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Eva Komalasari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Sulfa Seti Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Keywords: nutritional status, clean and healthy living behavior, infectious diseases, Islamic boarding school, PHBS

Abstract

The annual increase in the number of students from diverse backgrounds in Islamic boarding schools is inevitable. Generally, pesantren are categorized into two types: traditional (salafi) and modern (khalafi). These differences extend beyond the learning system to facilities and access to external environments, which may influence students’ health. This study aimed to analyze differences in health problems (nutritional status, clean and healthy living behavior/PHBS, symptoms of scabies, and suspected tuberculosis) among students in traditional and modern pesantren. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population comprised students from two modern pesantren (An-Nur and Al-Jihad) and two traditional pesantren (Adurriyah and Darul Ubudiyah Raudlatul Muta’alimin). A purposive sampling technique was applied, yielding 154 participants, consisting of 78 students from modern pesantren and 76 students from traditional pesantren. Data were collected through interviews and anthropometric measurements to assess nutritional status. Bivariate analysis was performed to identify differences in health problems between the two types of pesantren, using chi-square and Mann-Whitney tests. Results showed that students in traditional pesantren were 15.6 times more likely to be suspected of tuberculosis compared to those in modern pesantren (OR 15.6). The proportion of undernutrition was 25% in traditional pesantren and 23.1% in modern pesantren. The mean PHBS score was higher in modern pesantren (8.94) compared to traditional pesantren (7.37). These findings highlight the need for strengthened health education, regular medical check-ups, and improved sanitation facilities in pesantren.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2009.

Kementerian Kesehatan RI. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2021

Kementerian Agama RI. Statistik Pesantren Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Agama RI; 2022.

Susanti R, Prasetya D, Rahmawati A, Nugroho S. Studi Prevalensi dan Faktor Risiko Skabies di Pondok Pesantren Jawa Timur. Jurnal Epidemiologi Indonesia. 2021;5(2):110-8. doi: 10.33846/sf14413

Handayani D, Ibad M, Sulistiyani E, Intan DC, Pratiwi C, Tasya S. Pelatihan surveilans berbasis digital untuk deteksi kesehatan santri di pondok pesantren Burhanul Hidayah. Community Development Journal. 2024;5(5):9225-31. doi:10.31004/cdj.v5i5.35025

Hayati N. Tipologi Pesantren: Salaf Dan Kholaf. Jurnal Pendidik Ilmiah. 2019;4(1):101–10. Available from: http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/tarbiyatuna/article/view/3593

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Pesantren Sehat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.

Pertiwi DA, Lestari YD, Fadhlina L. Korelasi Pola Konsumsi dengan Status Gizi Santri. Jurnal Gizi dan Pangan. 2020;15(3):210-6. doi: 10.22146/jgizipangan.55526

Mufidah L, Sari N, Ramadhani Z, Putri A. Hubungan Sanitasi dan Kepadatan Hunian dengan Insiden Suspek TBC di Pesantren. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;6(2):190-7. doi: 10.31004/cdj.v5i6.37396

Sumardi S. Budaya Kesehatan di Lingkungan Pondok Pesantren. Jurnal Sosiohumaniora. 2019;21(1):45-53.

Wulandari A, Permana L, Kusumaningrum D. Kelembaban dan Ventilasi Kamar Sebagai Faktor Risiko Skabies di Pondok Pesantren. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2022;18(1):64-72.

Dewi TP, Isnaini D, Cahyani A. Manajemen Limbah dan Fasilitas Sanitasi pada Pesantren dan Dampaknya terhadap Kesehatan Kulit. Jurnal Ilmu Kesehatan Lingkungan. 2023;11(2):87-95.

Cahyanti D, Nurmalasari R, Ilhamdi R. Faktor Lingkungan dan Perilaku Individu dalam Risiko Skabies pada Pesantren. Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan. 2020;12(1):32-9.

Anwar H, Fitriani L, Gunawan S. Pengetahuan Santri tentang Pencegahan Skabies di Pesantren Modern. Jurnal Penyuluhan Kesehatan. 2022;7(1):18-27.

Hakim L, Fadhilah N, Salam A. Penerapan PHBS dan Sanitasi di Pesantren Modern: Studi Kasus. Jurnal Hygiene dan Kesehatan Lingkungan. 2023;9(3):120-7.

Suryani N. Implementasi PHBS dalam Kurikulum Pesantren Modern. Jurnal Pendidikan Kesehatan. 2021;4(2):60-9.

Published
2025-11-27
How to Cite
Handayani, D., Muna, K. U. N. E., Ibad, M., Komalasari, E., & Seti, S. (2025). Perbedaan Status Gizi, PHBS, Gejala Skabies dan Suspek TBC pada Santri Pesantren Tradisional dan Pesantren Modern di Jawa Timur. ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(4), 161-167. https://doi.org/10.37148/arteri.v6i4.393
Section
Articles